Cerita Kenthu : Wahyuni Guru TK VS Brondong

Diposkan oleh t-ceritadewasa on Sabtu, 14 Januari 2012

Cerita Kenthu : Wahyuni Guru TK VS Brondong

Sebagai guru TK Wahyuni, 40 (bukan nama sebenarnya), memang dekat dengan anak-anak. Celakanya, belakangan dia juga sangat dekat dengan anak lelaki kelahiran 23 tahun lalu. Begitu sayangnya pada murid TK kelahiran 1988 ini, Agus dikontrakkan rumah segala. Pada hari tertentu Bu Guru TK kemudian memuaskan nafsu dengan si brondong.

Tak hanya kaum pria, wanita di usia 40 ternyata juga bisa mengalami puber ke-2. Di usia itu gairahnya sebagai kaum hawa meningkat, maunya setiap malam memperoleh kehangatan dari suami. Tapi sayang, tak semua suami bisa mengimbangi. Bisa karena capek akibat kesibukan kerja, bisa juga bapaknya anak-anak ini sudah letoy, loyo atau nglempoing kata orang Jawa. Jadi ibaratnya main bulutangkis, istri minta dismash yang tajam menukik, suami bisanya hanya back hand, itu pun “bola” suka nyangkut di net.

Ny. Wahyuni sebagai wanita yang masih sangat enerjik, dalam usia kepala empat juga masih ngejosss sekali. Sayangnya, suami tak bisa mengimbangi lagi. Sudah begitu, dalam usia kepala lima sekarang, Markijo (bukan nama sebenarnya), bapaknya anak-anak gampang tersinggung. Sedikit ada kata sengak didengar dari istri, tinjulah yang bicara. Nah, gara-gara banyak pukulan di siang hari bukan “pukulan” di malam hari itulah, rumahtanga Wahyuni – Markijo belakangan semakin dingin.

Tak tahan kelamaan dilanda sepi, Wahyuni pun lalu mencari solusi dengan caranya sendiri. Kebetulan dia punya kenalan anak muda yang masih lholhak lholhok, tapi wajahnya lumayan tampan. Pemuda bernama Agus (bukan nama sebenarnya) ini lalu sering diberi perhatian khusus, dari dibelikan baju, ditraktir makan hingga diberi sejumlah uang. Ujung-ujungnya, anak muda “brondong” itu dipancing-pancing untuk melayani kebutuhan biologisnya.

Biar usia kepala empat, wajah dan bodi Wahyuni memang tak mengecewakan. Karenanya, Agus saat menerima tawaran barang baru itu segera saja nyosor. Sebagai pemain baru, sudah barang tentu dia kurang pengalaman. Tapi Bu Guru TK ini dengan telaten mengajarinya. “Na, na, na….., begitu itu. Bagus, bagus, tarikan garisnya yang mantep, jangan takut-takut….”, kata Wahyuni mirip Pak Tino Sidin saat belajar menggambar di TVRI dulu.

Ternyata Agus memang anak gathekan (cerdas), sehingga sekali diajari langsung mahir. Bu Guru Wahyuni pun semakin sayang dan memanjakannya. Pada akhirnya, anak muda brondong itu dikontrakkan rumah di Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro. Selanjutnya, sepulang mengajar di TK sekitar pukul 10.00 dia ngendon di kontrakan itu. Seperti biasanya, Wahyuni memberi “les privat” pada Agus, sehingga nilai raportnya makin bagus, tidak seperti sejumlah mentri KIB-II.

Tiap hari pulang sampai pukul 17.00, hal ini menjadikan suaminya curiga. Tapi asal diklarifikasi soal itu, malah mengajak ribut dan menantang cerai terus. Markijo pun menjadi penasaran, sehingga diam-diam mengadakan penyelidikan. Hasilnya sangat mengejutkan, ternyata Wahyuni memang punya brondong untuk pemuas nafsu. “Kurang ajar, jadi selama ini jatahku dialokasikan ke tempat lain,” maki Markijo.

Lelaki dari Desa Nambirejo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, ini segera bertindak. Beberapa hari lalu rumah kontrakan Agus – Wahyuni digerebek. Keduanya tak berkutik ketika digelandang ke Polres Metro. Dalam pemeriksaan Wahyuni mengakui, ini semua dilakukan karena suami suka menganiaya dirinya. Maka jika Markijo mau menceraikan itu memang yang ditunggu-tunggu.

Wah, malah dianggap peluang emas! (LP/Gunarso TS)


TAG :Cerita Kenthu : Wahyuni Guru TK VS Brondong Kumpulan Cerita Kenthu ~ Cerita Dewasa Terbaru Cerita Kenthu : Wahyuni Guru TK VS Brondong^
Sumber : http://www.poskota.co.id/nah-ini-dia/2011/10/15/brondong-bu-guru-tk